Penulis: Suryadharma
Jeneponto - Menjelang akhir tahun anggaran, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Jeneponto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bulan November 2025.
Rakor yang berlangsung di Aula Dinas PMD Kabupaten Jeneponto ini dihadiri oleh seluruh jajaran pendamping, mulai dari Tim TAPM, Pendamping Desa (PD), hingga Pendamping Lokal Desa (PLD).
Rakor ini menjadi momentum strategis untuk membahas persiapan desa menghadapi tahun 2026. Agenda utama meliputi Evaluasi progres perencanaan tahun 2026 khususnya realisasi Musyawarah Desa (Musdes) penetapan dokumen RKP Desa tahun 2026, persiapan penyusunan dan penetapan APBDesa tahun 2026, serta sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Jeneponto, Basuki Baharuddin dalam arahannya menegaskan pendamping desa memegang peran vital sebagai garda depan tata kelola pemerintahan desa.
"Penting bagi para pendamping untuk terus mendukung peningkatan kualitas perencanaan pembangunan desa agar tepat sasaran dan sesuai regulasi," tegasnya.
Kadis secara khusus mengapresiasi pendamping desa Kecamatan Bangkala atas sukses perhelatan peningkatan kapasitas perangkat desa, pengelola BUMDesa, dan Kader Pembangunan Manusia region kecamatan Bangkala dengan partisipasi aktif lebih seratus peserta.
Selain aspek perencanaan, forum ini juga menyoroti percepatan pendampingan proses pendaftaran Badan Hukum BUM Desa dan pembukuan ketahanan pangan. Progres penyaluran BLT dan capaian pelatihan peningkatan kapasitas turut menjadi bahan evaluasi serius.
======
Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) TPP P3MD Jeneponto, Samsul Bahri, memberikan penekanan khusus terkait profesionalisme pendamping di era digital. la menginstruksikan seluruh pendamping untuk lebih disiplin, baik dalam kehadiran di lokasi tugas maupun ketepatan waktu pengisian Laporan Harian (DRP).
"Kami menuntut keaktifan pendamping dalam bermedia sosial untuk publikasi kegiatan, serta pemenuhan data yang akurat dan berkualitas. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kinerja kita," ujar Samsul Bahri.
======
Rakor diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antar pendamping dengan pemerintah daerah demi menyukseskan pembangunan desa di Kabupaten Jeneponto pada tahun mendatang.


Komentar
Posting Komentar