Saya memiliki asumsi istilah ' kacamata kuda ' sudah begitu populer di kalangan pembaca. Alat ini dipasang pada kuda untuk membatasi pandangannya, agar ia bisa fokus pada jalan di depan dan tidak terganggu hal-hal di sekitarnya. Namun, istilah ini juga sering digunakan sebagai metafora untuk pandangan manusia yang sempit, yang terlalu fokus pada satu hal dan gagal melihat gambaran yang lebih besar. Sebagai pendamping pembangunan desa, saya sering berkesempatan mengunjungi desa dan melihat langsung aktivitas yang ada. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kegiatan ketahanan pangan desa, yang akrab disebut 'Ketapang'. Kegiatan ini menjadi sangat 'seksi' karena alokasi anggarannya yang besar, minimal 20% dari total Dana Desa (DD) 2025. Yang paling penting, kegiatan ini dicap berorientasi bisnis sehingga wajib menghasilkan profit atau keuntungan bagi desa. Beberapa kalangan menyebutkan harapan agar kegiatan Ketapang dapat memacu perekonomian desa. Modal da...